MARKETING SYARIAH : Masih Perlukah Merk di mata Konsumen

buy-sell-250Marketing Syariah – Dulu banyak orang bangga yang bilang semua perlatan elektronikku merek S****** atau semua keluargaku Hpnya merek S******  lho. Begitu bangganya punya produk yang mereknya monoton, terasa ada sensasi tersendiri memakai produk tertentu. Tapi itu dulu 5 sd 10 tahun yang lewat, sekarang kebanggan dan budaya yang nyentrik seperti itu mungkin sudah gak ada atau tepatnya malah hilang ! Seolah semua sudah berubah, bukan merk yang jadi pertimbangan pembeli tapi lebih kepada benefit atau fungsi dari produk yang bersangkutan.  Dijaman yang serba  flat atau informasi sangat mudah di dapatkan, menjadikan fungsi atau benefit sebuah produk adalah suatu pilihan adalah sesuatu hal yang sebenarnya biasa saja terjadi dan wajar saja.

Di jaman yang serba flat cukup mudah untuk mengetahui perbandingan jenis produk satu dengan produk yan lain. Itu juga terjadi dengan saya sendiri, selalu menjadi kebiasaan menentukan sebuah produk untuk di beli, pertama kali adalah dengan mengetik tulisan “Kelemahan produk (tulis nama produk)” di mesin pencari, dan keluarlah review dari orang-orang yang kecewa dengan produk tertentu, tingggal kita membandingkan apakah review itu masuk akal atau tidak. Keputusan ada di jari kita hehehehe :), dan ini saya lakukan beberapa kali ketika harus memutuskan membeli produk yang fungsinya sama akan tetapi beda merk.

Lain lagi dengan perkembangan akhir-akhir ini , karena kelas menengah semakin banyak atau Istilahnya konsumen kita makin cerdas, fungsi atau benefit bukan lagi menjadi pilihan utama untuk membeli sebuah produk, akan tetapi komponen harga menjadi pertimbangan dan pilihan utama dan penting untuk mengambil keputusan membeli sebuah produk atau tidak. Hal ini terjadi bukan hanya karena para konsumen sudah berhitung dengan budgetnya, bukan pula karena pilihan para konsumen semakin banyak dalam menentukan pembelian, akan tetapi dikarekan terdorong oleh terbukanya informasi yang mudah di akses oleh para konsumen kita.  Jadi bagi para marketer berhati-hatilah menentukan strategi & taktik Marketing  produk anda. Konsumen membutuhkan Informasi yang terbuka jika tidak diberikan oleh produsen, maka konsumen akan mencari informasi tentang produk anda, dan orang lain yang pernah memakai produk andapun akan share pengalaman mereka menggunakan produk anda di dunia maya, tidak ada celah sedikitpun buat para produsen untuk melakukan trik-trik penjualan lama “Asal laku dan untung banyak” adalah motto kuno yang harus di hilangkan.

Tentu saja keterbukaan dalam jual Beli telah di ajarkan oleh Islam melalui Nabi Muhammad SAW, di mata Islam keterbukaan dalam praktek marketing adalah sesuatu yang wajar dan malah wajib di lakukan oleh para Marketer Syariah. Dulu begitu mudahnya orang menipu dan ketipu dengan produk yang informasinya tidak transparan. Tapi sekarang hati-hati Nila setitik rusak susu sebelangga.

Waallahu A’lam Bis-shawaab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *